Asuhan Keperawatan Hambatan Mobilitas Fisik pada Tn. A dengan Stroke Non Hemoragik di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga

  • Cheni Aisyah Felinda Universitas Harapan Bangsa
  • Noor Yunida Triana
  • Danang Tri Yudhono
Keywords: stroke non hemoragik, hambatan mobilitas fisik

Abstract

Stroke non hemoragik terjadi karena adanya penyumbatan pembulu darah ke otak. Sumbatan ini disebabkan karena adanya penebalan dinding pembulu darah yang disebut dengan antheroscherosis dan tersumbatanya darah dalam otak oleh emboli yaitu bekuan darah yang berasal dari thrombus dijantung. SNH menurut WHO menyatakan bahwa, sebanyak 20,5 juta jiwa didunia 85% mengalami jumlah stroke yang ada. Salah satu gejala yang timbul pada pasien SNH adalah hemiparesis yang mengganggu pasien dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari penelitian ini bertujuan untuk mengklarifikasi pengaruh latihan ROM terhadap tingkat kemandirian pasien stroke star recorverydi di RSUD Dr. R Goeteng Taroenadibatra. Penelitian in control grup design dengan jumlah responden 2 untuk kelompok control, pengambilan sampel dengan menggunakan implektual sampai hasil uji statik ada perbedaan tingkat kemandirian pasian SNH sebelum dan sesudah dilakukan ROM. Dan penelitian ini disarankan agar menerapkan program latihan ROM sesuai dengan standar pada pasien SNH.

Published
2021-11-21
How to Cite
Felinda, C., Triana, N., & Yudhono, D. (2021, November 21). Asuhan Keperawatan Hambatan Mobilitas Fisik pada Tn. A dengan Stroke Non Hemoragik di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2025, 1(1), 511-516. Retrieved from https://prosiding.uhb.ac.id/index.php/SNPPKM/article/view/878